FRANKFURT: Permintaan global terhadap baja tetap akan tumbuh tahun depan sebagai respons kuatnya pertumbuhan ekonomi di China, Afrika, dan Timur tengah.

Institut Besi dan Baja Internasional (IISI) memperkirakan permintaan baja tumbuh 8,6% tahun ini. Sementara pertumbuhan pada 2008 juga tidak akan jauh berbeda.

"Meski risiko ekonomi global meningkat, prediksi IISI mengasumsikan bahwa volatilitas di pasar kredit akhir-akhir ini tidak akan membuat ekonomi AS menuju resesi," kata Presiden IISI John Surma pada forum di Berlin.

"Kami senang menyampaikan bahwa Afrika Utara, Afrika Selatan, dan Timur Tengah kini muncul sebagai kawasan dengan pertumbuhan yang, kuat," tambahnya.  Dia menunjuk bahwa naiknya pendapatan dan meningkatnya investasi sebagai hasil dari naiknya harga energi dan Dahan baku.

Menurut penelitian IISI, negara-negara yang kini memberi kontribusi terhadap kuatnya pertumbuhan permintaan baja, khususnya China, akan tetap menunjukkan kinerja yang sama.

Permintaan baja China diestimasikan tumbuh 11,5% pada 2008, menyusul pertumbuhan 11,4% tahun ini, serta merepresentasikan 35% dari total permintaan global. Selain China, konsumsi baja dalam  jumlah besar juga terjadi di Brasil, India, dan Rusia.

(Sumber: Harian Seputar Indonesia - 09 Oktober 2007)


Berita Terbaru

Berita


13 NOV 2022

Dewan Baja Asean (aisc) Mendorong Penguatan Industri Baja Regional ...

Press Release Dewan Baja ASEAN (AISC) Mendorong Penguatan Industri Baja Regional

11 NOV 2022

Krakatau Steel Jajaki Kerja Sama Pengembangan Proyek Pipa Transmisi ...

Press Release Krakatau Steel Jajaki Kerja Sama Pengembangan  Proyek Pipa Transmisi dan Distribusi Hidrogen

02 NOV 2022

Krakatau Steel Raih Laba Rp1,28 Triliun Di Kuartal Iii 2022 ...

Press Release Krakatau Steel Raih Laba Rp1,28 Triliun di Kuartal III 2022