Press Release

Peluncuran Indonesia Manufacturing Learning Institute dan 
Indonesia Defence & Manufacturing Research Institute

Jakarta (22/06) – Klaster Manufaktur meluncurkan Indonesia Manufacturing Learning Institute dan Indonesia Defence & Manufacturing Research Institute di mana PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menjadi koordinator dalam Klaster Manufaktur ini yang membawahi Subklaster Baja, Subklaster Pertahanan, dan Subklaster Survei. Subklaster Pertahanan yang terdiri dari PT Dahana (Persero), PT Pindad (Persero), PT PAL Indonesia (Persero) serta PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan PT LEN Industri (Persero) sebagai Koordinator Subklaster Pertahanan. Selain itu Subklaster Survei terdiri dari PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia sebagai Koordinator Subklaster Survei.

Dalam pernyataannya, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyebutkan bahwa peluncuran Indonesia Manufacturing Learning Institute dan Indonesia Defence and Manfucturing Research Institute merupakan salah satu langkah untuk menjadikan BUMN sebagai Center of Excellences, dalam hal ini khususnya di bidang manufaktur. 

“Di dalam BUMN Center of Excellences ini, keberadaaan dua institute di bidang learning dan research adalah dua komponen yang saling menopang dan mendukung yang pada akhirnya akan mendorong entity business di dalam klaster menjadi lebih competitive dan memberikan manfaat. Learning akan meningkatkankan competency dan capability yang akan mampu mendorong research untuk menciptakan inovasi-inovasi sehingga kedepannya institute di Klaster Manufaktur dapat menjadi tempat rujukan bagi perusahaaan-perusahaan atau pun perseorangan di luar klaster maupun di luar BUMN yang ingin meningkatkan kapabilitas dan research di bidang manufaktur,” ujar Silmy.

Learning Institute adalah wadah pelaksanaan learning (pembelajaran) yang bersifat teknikal sesuai dengan kebutuhan klaster, serta memiliki kewenangan untuk merumuskan kebijakan, strategi, standardisasi, dan kolaborasi dalam pelaksanaan learning di dalam focus area/klaster BUMN, yang terdiri atas school. School adalah wadah pelaksanaan learning yang menjadi strength point atau uniqueness dari setiap BUMN sesuai dengan sub focus area yang ditetapkan melalui Learning Institute.

Dengan diluncurkan dan ditetapkannya program Indonesia Manufacturing Learning Institute dan Indonesia Defence & Manufacturing Research Institute melalui nota kesepahaman yang ditandatangani oleh seluruh perusahaan BUMN dalam Klaster Manufaktur, maka perusahaan BUMN akan melakukan perannya sebagai penyedia Pool of Knowledge, Pool of Expert & Learning Facility, memberikan experiment lab dengan teknologi yang relevan dan emerging, serta memberikan wadah kolaborasi, menjaga governance dan metodologi.

BUMN Center of Excellences yang dikembangkan dalam Klaster Manufaktur ini nantinya dipersiapkan untuk menjadi World Class Manufacturing Learning Institute dimana akan melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari Kementerian BUMN, Direksi BUMN, Steering Committee, Functional Teams, Working Team of Champions, dan Technical Team.

“Jumlah dan jenis school akan terus dioptimalkan dengan memperhatikan keunggulan dan kapabilitas dari masing-masing klaster. Kami berharap pengembangan Indonesia Manufacturing Learning Institute dengan standar dan best practise ini dapat menjadi Learning Institute kelas dunia,” jelas Direktur SDM Krakatau Steel Rahmad Hidayat.

Indonesia Defence & Manufacturing Research Institute juga turut dikembangkan dalam program yang dimiliki oleh Klaster Manufaktur. Research Institute adalah wadah pelaksanaan research & innovation yang bersifat teknikal sesuai kebutuhan klaster, serta memiliki kewenangan untuk merumuskan kebijakan, strategi, standardisasi, dan kolaborasi dalam pelaksanaan research & innovation di dalam focus area/klaster BUMN yang terdiri atas Research Lab sebagai wadah pelaksanaan research & innovation sesuai focus area yang ditetapkan melalui Research Institute.

Indonesia Defence & Manufacturing Research Institute merupakan pusat konsolidasi program penelitian unggulan yang dilakukan Research Labs, dimana masing-masing Research Laboratory dikoordinir oleh Industri Backbone dari teknologi terkait. Research Institute ini bertujuan untuk memperkuat kapabilitas dan teknologi industri, mengoptimalkan model operasi serta memberikan rekomendasi kebijakan sehingga mampu menjadi Institut Strategis R&I berkelas dunia.
“Kegiatan Learning, Research and Innovation (LRI) merupakan pondasi Kementerian BUMN dalam penguatan competitiveness perusahaan untuk meningkatkan dampak manfaat kepada bangsa,” ungkap Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad (Persero) Ade Bagdja dalam presentasinya mewakili Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (Persero) Gita Amperiawan sebagai Koordinator Research Institute.
Research Institute berwenang menyusun dan merekomendasikan kebijakan bisnis dan hasil R&D untuk pengembangan organisasi, termasuk dalam kerja sama R&D strategis jangka panjang dengan mitra Pemerintah dan Akademisi. Research Institute pun berkomitmen melakukan Joint R&I untuk menyusun dan mengusulkan standar, peraturan dan kebijakan yang strategis bagi industri, serta membangun inkubasi ide/ inovasi bagi Klaster Manufaktur.

Dalam rencana jangka pendek, Research Institute ini diimplementasikan secara bertahap dimulai dengan penghematan energi dan efisiensi, serta dilanjutkan dengan pengembangan market digital dan peningkatan hasil proses produksi. Semoga Indonesia Manufacturing Learning Institute dan Indonesia Defence & Manufacturing Research Institute ini menjadi langkah awal yang baik bagi BUMN sebagai Center of Excellences.

“Transformasi Learning and Research Institute (LRI) menjadi enabler untuk mewujudkan prioritas Kementerian BUMN sebagai Center of Excellences sekaligus meningkatkan competitiveness Indonesia. LRI menjawab tantangan untuk kita dapat bertumbuh dan berkontribusi untuk Indonesia. Dengan pengembangan LRI ini, saya yakin semua perusahaan BUMN nantinya dapat menjadi world class company,” tambah Asisten Deputi Bidang Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Imam Bustomi. 

Wakil Menteri BUMN I Kementerian BUMN Pahala Nugraha Mansury dalam sambutannya menyatakan bahwa pengembangan insan BUMN, pengembangan business model, inovasi, research institute maupun pengembangan budaya AKHLAK sangat penting ditanamkan dalam sebuah mindset untuk bisa terus bertumbuh dan berkembang. Eksekusi dalam pengembangan Learning Organization melalui agenda research dan kurikulum, serta partnership dengan kampus, think tank, maupun lembaga internasional diperlukan dalam program ini.

“Dengan mewujudkan inovasi dan pengembangan SDM, kami berharap ke depan perusahaan BUMN Klaster Manufaktur ini dapat menghasilkan produk baru, pelayanan jasa baru, pengembangan bisnis baru, sehingga dapat menjadi leader di masing-masing industri,” pungkas Pahala Nugraha Mansury.
 

Untuk informasi lebih lanjut, harap menghubungi:
Pria Utama
Corporate Secretary
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Gedung Teknologi Cilegon 42435
Telp. 0254-372519


Berita Terbaru

Berita


08 OCT 2021

Press Release - Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Dengan Pertamina ...

Press Release Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Dengan Pertamina Lubricants   Jakarta (08/10)

11 OCT 2021

Press Release - Lagi, Krakatau Steel Kembali Luncurkan Produk Hilir ...

Press Release Lagi, Krakatau Steel Kembali Luncurkan Produk Hilir : Baja CNP  

06 OCT 2021

Press Release - Kinerja Krakatau Baja Konstruksi Meningkat ...

Press Release Kinerja Krakatau Baja Konstruksi Meningkat   Jakarta (06/10) – Mengiringi keberhasilan PT Krakatau