Whistleblowing System

Whistle Blowing System (WBS)

Sejalan dengan komitmen Perusahaan untuk mengimplementasikan Good Corporate Governance, Perseroan telah membangun dan mengimplementasikan Whistle Blowing System (WBS) sejak pertengahan tahun 2013. WBS merupakan salah satu sistem yang terus dikembangkan dan dilaksanakan dalam rangka mencegah dan mendeteksi potensi pelanggaran yang mungkin terjadi sehingga dapat menciptakan iklim kerja yang lebih bersih, mencegah praktik penyimpangan dan kecurangan. System WBS ini melibatkan peran serta seluruh unsur Perseroan dalam proses pelaporan dan pengungkapannya.

Jenis-jenis perbuatan yang dapat dilaporkan melalui WBS ini, termasuk tetapi tidak terbatas pada:

  • Korupsi;
  • Suap/Gratifikasi;
  • Pencurian/penggelapan;
  • Kecurangan;
  • Ketidakjujuran;
  • Benturan Kepentingan;
  • Penyalahgunaan jabatan/kewenangan
  • Perbuatan melanggar hukum (termasuk 
penggunaan kekerasan terhadap karyawan atau pimpinan, pemerasan, penggunaan narkoba, perbuatan asusila, perbuatan kriminal lainnya);
  • Pelanggaran ketentuan perpajakan, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, dan lain-lain;
  • Pelanggaran prosedur operasi standar (SOP) Perusahaan, terutama terkait dengan pengadaan barang dan jasa, pemberian manfaat dan remunerasi.

Perusahaan dapat menambah atau mengurangi daftar perbuatan yang dapat dilaporkan ini untuk mempermudah karyawan perusahaan mendeteksi perbuatan yang dapat dilaporkan.

cover_Pedoman  WBS 2014.jpg

Buku Pedoman Whistleblowing System

button download.png

Unduh