05 Maret 2018
Kemenperin Lakukan Vokasi Industri 2018 di Krakatau Steel

IMG_8497.jpg

Krakatau Steel turut berpartisipasi dalam program vokasi industri dari Kementerian Perindustrian. Dalam Vokasi Industri di awal 2018 ini ditandatangi 612 kerja sama dengan 143 perusahaan dan 292 SMK di Provinsi DKI Jakarta dan Banten.

Cilegon (05/03). Melanjutkan Program Pendidikan Vokasi Industri dalam rangka membangun link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Kali ini, mengawali tahun 2018, vokasi industri kembali dilakukan di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Banten. Krakatau Steel terpilih sebagai perwakilan perusahaan di lokasi tahap ke-lima, yang meliputi daerah Banten. Program Pendidikan Vokasi Industri merupakan hasil kolaborasi antara Menteri Perindustrian (Menperin) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Direktur SDM dan Pengembangan Usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Imam Purwanto bersama jajaran direksi dan manajemen menerima kunjungan dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

“Pada kesempatan ini, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara 143 perusahaan industri dengan 292 SMK di Provinsi DKI Jakarta dan Banten. Kali ini Krakatau Steel menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara ini,” kata Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi pada peluncuran program tersebut di PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk, Kawasan Industri Krakatau Steel, Cilegon, Senin (05/03).

Sebelumnya, pada tahap pertama untuk wilayah Jawa Timur, Kementerian Perindustrian melibatkan sebanyak 50 perusahaan dan 234 SMK yang diresmikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Mojokerto. Tahap ke-dua, untuk wilayah Jawa Tengah, melibatkan 117 perusahaan dan 392 SMK yang diresmikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Semarang. Tahap ke-tiga untuk wilayah Jawa Barat, Kementerian Perindustrian telah melibatkan 141 perusahaan dan 393 SMK yang diresmikan langsung oleh Bapak Presiden Joko Widodo di Bekasi. Sedangkan tahap ke-empat, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara 108 perusahaan industri dengan 226 SMK di wilayah Sumatera bagian utara. “Jadi, hingga saat ini, total perusahaan yang terlibat sebanyak 568 industri dan 1.537 SMK,” papar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Airlangga menyebutkan bahwa target Kementerian Perindustrian, sampai tahun 2019, sebanyak 1.775 SMK akan dibina dan dikerjasamakan dengan perusahaan industri yang diperkiraan dapat menghasilkan jumlah lulusan tersertifikasi mencapai 845 ribu orang. Untuk itu, setelah provinsi DKI Jakarta dan Banten akan dilanjutkan ke Sumatera bagian selatan (Provinsi Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung).

Sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap Program Pendidikan Vokasi Industri, Krakatau Steel dalam acara peluncuran ini memberikan bantuan kerja sama kepada SMK Negeri 4 Serang. “Dalam program ini kami menandatangani perjanjian kerja sama dengan SMK Negeri 4 Serang. Sebelumnya kami sudah melakukan program vokasi bantuan langsung dari Krakatau Steel untuk 4 (empat) angkatan dan ke depan kami akan terus berupaya melakukan program vokasi yang lebih bermanfaat lagi,” ujar Mas Wigrantoro. Sejak tahun 1999, Krakatau Steel telah melakukan program vokasi untuk 1.163 siswa dari berbagai SMK yang terdiri dari berbagai bidang misalnya perawatan mekanik, perawatan elektrik, permesinan, welding, elektronika, analis kimia, kesekretariatan, dan pariwisata. Dalam program vokasi yang telah dilakukan tersebut Krakatau Steel sudah memberikan senilai total hampir 12 miliar.

Selain melalui pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Kementerian Perindustrian telah menyelenggarakan program pelatihan dengan sistem 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja) dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja di Indonesia. "Kami juga menyampaikan apresiasi kepada PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan peluncuruan program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Banten. Hal ini menunjukkan dukungan perusahaan untuk keterpaduan dunia pendidikan dengan industri," lanjut Airlangga.

Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dalam peluncuran program ke-lima ini mengatakan, pihaknya mengapresiasi program pembinaan dan pengembangan SMK yang link and match dengan industri yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian. “Kami berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat,” ujarnya.

Dalam program pendidikan vokasi ini, keikutsertaan industri akan mempermudah mereka mendapatkan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan kebutuhan masing-masing sektornya di era kompetisi saat ini. “Kemajuan industri nasional yang berdaya saing, perlu didukung oleh putra-putri Indonesia yang profesional dan kompeten, sehingga akan memperkuat perekonomian kita serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Puan.

“Program ini diharapkan dapat menjadi program yang berkelanjutan, dan dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia. Akses bagi industri pun oleh Kementerian Perindustrian dapat diperluas lagi agar dapat memberikan pelatihan praktik, belajar kerja, dan bantuan yang lebih konkrit kepada SMK-SMK di sekitarnya,” tambah Puan.

Saat ini diperlukan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendorong peningkatan produktitivas dan daya saing industri nasional. Guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang semakin spesifik saat ini, kuncinya adalah pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja melalui pembangunan link and match antara dunia pendidikan dengan industri.

 Dilihat : 33726 kali