23 Februari 2018
Kunjungan SKK Migas dan BPH Migas ke Krakatau Steel

WhatsApp Image 2018-02-23 at 16.22.05.jpeg

Dukungan Penggunaan Material Pipa Baja untuk Kebutuhan Oil & Gas

Krakatau Steel siap untuk memenuhi kebutuhan pipa oil & gas di tahun 2019.

Cilegon (23/02). Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Mas Wigrantoro Roes Setiyadi bersama jajaran direksi dan manajemen menerima kunjungan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). SKK Migas pada acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua SKK Migas Sukandar sedangkan mewakili BPH Migas hadir Kepala BPH Migas Dr. Ir. M. Fanshurullah Asa, MT. 

Dalam kunjungan ini dibahas tentang penggunaan material pipa baja untuk kebutuhan fasilitas pabrikasi minyak dan gas bumi. Merujuk pada Pedoman Tata Kerja 007 Buku Kedua Revisi 04 tahun 2017 yang diterbitkan oleh SKK Migas, dimana barang/jasa dalam negeri yang tercantum di dalam Buku APDN yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM, Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian, serta Approved Manufacturer List (AML) yang ditetapkan SKK Migas, menjadi suatu kewajiban untuk digunakan oleh KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), Kontraktor, maupun Subkontraktor. Sehingga dalam kunjungan ini SKK Migas dan BPH Migas mendorong adanya kerja sama suplai bahan baku pipa baja untuk kebutuhan fasilitas pabrikasi minyak dan gas bumi.

Wakil Ketua SKK Migas Sukandar menyatakan bahwa SKK Migas akan mendukung segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta hal-hal yang dapat menciptakan efiensi dalam proses pengadaan. “Sehingga kami berharap bahwa Krakatau Steel dapat lebih turut serta dalam proyek-proyek pemerintah terkait dengan pengadaan pipa oil & gas,” ujarnya. Hal ini juga sebagai upaya mendorong industri baja dan pipa dalam negeri agar dapat menghadapi kompetisi global khususnya di kawasan perdagangan bebas (Free Trade Area).

Lebih lanjut Kepala BPH Migas Dr. Ir. M. Fanshurullah Asa, MT menyatakan, “Dalam penyusunan owned estimate pengendalian investasi pembangunan pipa oil & gas rencananya akan melibatkan Krakatau Steel mulai dari desain, pengadaan, hingga pengawasan.” Menjawab tantangan itu Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengungkapkan bahwa Krakatau Steel siap untuk memenuhi kebutuhan pipa oil & gas di tahun 2019. Terlebih jika nanti HSM #2 sudah beroperasi dengan maksimal. “Kami pun akan menggandeng PT KHI Pipe Industries dan PT Krakatau Posco untuk mendukung kerja sama suplai pipa baja oil & gas,” tambahnya. Sedangkan untuk keperluan pengawasan proyek maka Pemerintah dapat menunjuk PT Krakatau Engineering yang memiliki kompetensi dalam project manajemen.

Kunci keberhasilan dari penggunaan produk dalam negeri adalah kualitas dan competitiveness, sehingga SKK Migas mendorong para produsen dalam negeri terus meningkatkan kemampuan dan mencari bentuk efektivitas dan efisiensi proses produksi sehingga tercipta efektivitas dan efisiensi yang menyeluruh di industri hulu migas. Kedepan akan dilakukan kolaborasi yang sama seperti yang dilakukan saat ini untuk komoditas lainnya, seperti dengan galangan kapal dan barang/jasa pendukung untuk proyek konstruksi. Krakatau Steel pun berharap peran pemerintah dapat menjaga kelangsungan industri baja dalam negeri. Salah satunya dengan mendorong regulasi untuk menjamin ketersediaan gas alam dan listrik dengan harga murah, regulasi perdagangan baja yang mendukung pengembangan industri baja domestik serta kebijakan peningkatan penggunaan produk baja domestik bagi proyek-proyek pemerintah.

 Dilihat : 38927 kali