24 Januari 2018
Krakatau Steel Tingkatkan Penjualan di 2018

Produsen baja nasional PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berencana akan meningkatkan volume penjualan bajanya 40 persen menjadi 2,8 juta ton di tahun 2018 mendatang. Hal ini berdasar dari proyeksi kebutuhan baja domestik terus meningkat. Pada tahun 2016 kebutuhan baja dalam negeri mencapai 12,7 juta ton. Kebutuhan ini diproyeksikan akan terus meningkat pada tahun mendatang, rata-rata peningkatan 1 juta ton baja setiap tahunnya.

Corporate Secretary PT KS Suriadi Arif  mengatakan, pada tahun 2016, harga baja mulai mengalami perbaikan, kondisi ini terus berlanjut pada 2017. KRAS, optimis untuk terus memperbaiki kinerja secara berangsur. Hal ini didorong oleh situasi kenaikan harga baja yang membaik secara signifikan sejak dua tahun terakhir. “Harga baja terus mengalami penurunan sejak 2011 hingga 2015. Saat ini harga HRC CFR domestik di Desember 2017 sudah mencapai USD562/mt naik tajam 260% dari bulan Desember 2015 yang hanya mencapai 216/mt”, ungkap Suriadi Arif.

Meski demikian, kondisi pasar baja global dengan harga yang fluktuatif, juga berdampak kepada harga baja domestik yang cenderung tidak stabil. Pada 2012-2015, harga baja domestik terus menurun. Harga pada 2015 hanya mencapai 62% dibanding harga pada 2012. Selain terpengaruh harga baja global yang menurun, produsen baja domestik juga mengalami tekanan dari tingginya biaya energi seperti gas dan listrik.

Untuk menjaga keseimbangan tersebut produsen baja Krakatau Steel melakukan pola operasi dengan menerapkan strategi make or buy.

Suriadi Arif menambahkan, dalam struktur biaya produksi, biaya bahan baku merupakan porsi biaya terbesar diikuti oleh biaya energi (gas alam dan listrik). Dengan semakin mahalnya biaya energi di dalam negeri dan adanya sumber bahan baku (slab dan billet) impor yang lebih kompetitif maka Perseroan mengambil langkah strategis yaitu menerapkan Make or Buy Strategy khusus untuk pengadaan bahan baku semi finished product berupa slab sebagai bahan baku utama di Hot Strip Mill (HSM) dan Billet sebagai bahan baku di Wire Rod Mill (WRM). Melalui strategi ini dapat ditempuh pembelian slab dan atau billet dari sumber impor dengan mengurangi produksi sendiri dan atau sebaliknya.

 Dilihat : 11185 kali