24 Agustus 2018
Krakatau Steel Kembangkan Kerja Sama Steel Trading Bersama SK Networks

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kajian pengembangan bisnis baru dan investasi usaha patungan dalam steel trading bersama dengan perusahaan Korea, SK Networks Co. Ltd. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi dengan Chairman & CEO SK Networks Shin Won Choi di Gedung Krakatau Steel Jakarta pada Kamis, 23 Agustus 2018.

Penandatanganan ini dihadiri pula oleh Direktur Logistik Krakatau Steel Ogi Rulino beserta manajemen Krakatau Steel, Direktur PT Krakatau National Resources (PT KNR) Nanang Priatna beserta manajemennya, serta dari pihak SK Networks dihadiri oleh President of Trading Group SK Networks Il Moon Hwang bersama jajaran manajemen  dari perwakilan SK Networks Co. Ltd. Korea dan Indonesia.

SKN merupakan perusahaan Korea dengan bisnis utamanya bergerak di bidang perdagangan dan bermaksud untuk memperluas usahanya ke dalam bisnis baja di Indonesia. SKN mempunyai jaringan global di seluruh dunia dengan kemampuan utamanya yakni dalam bidang sumber daya, pemasaran dan pembiayaan bisnis baja.

“Melalui penandatangan kerja sama ini diharapkan SKN dapat turut membantu pemasaran produk baja Krakatau secara global agar kami pun dapat memperluas pangsa pasar sesuai visi kami menjadi perusahaan baja terkemuka di dunia,” ujar Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. “Kami pun mengikutsertakan PT KNR dalam kerja sama ini sehingga diharapkan adanya peningkatan revenue dari anak perusahaan Krakatau Steel terutama untuk core business baja,” tambahnya.

Dalam rangka mengembangkan bisnis baru terkait produk baja, kerja sama ini diantaranya adalah melakukan pengadaan bahan baku baja antara SKN dan PT KNR untuk memasok pasar domestik. Perseroan selanjutnya akan mencari kemungkinan untuk mengeluarkan surat dukungan kepada PT KNR untuk memungkinkan dan mendukung setiap pengadaan dari SKN ke PT KNR. SKN pun nantinya akan mempertimbangkan untuk mendistribusikan dan/atau mengekspor produk baja PTKS maupun anak perusahaannya sesuai dengan perjanjian yang disepakati bersama.

Menurut data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sektor konstruksi diprediksi akan terus memacu konsumsi baja nasional dari yang saat ini hanya 65 kilogram per kapita menjadi 84 kilogram per kapita di tahun 2020. Sektor konstruksi ini menjadi sektor yang menjanjikan dengan adanya dominasi penggunaan produk baja di sektor ini sebesar 78%. Dengan kerja sama diantaranya PT KS dan SKN, diharapkan pemasaran produk baja untuk sektor konstruksi dapat dilakukan secara merata pada pasar domestik dari sabang sampai merauke.

 Dilihat : 1171 kali