13 April 2018
Pengusaha Arab Lirik KIEC

Target Bangun Industri Halal

 

Cilegon – Sejumlah pengusaha asal Arab Saudi yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madinal Al – Munawaroh melirik PT Krakatau Steel (KS). Hal utama yang diinginkan para pengusaha itu adalah membangun kawasan industri halal di Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Keinginan itu terungkap saat 25 pengusaha Arab Saudi melakukan pertemuan dengan perwakilan Pemprov Banten, Pemkot Cilegon, PT Krakatau Steel (KS), serta pengelola kawasan industri Cikande dan Tanjung Lesung, di The Royalle Krakatau Hotel Cilegon, Kamis (12/4).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Soeharso seusai pertemuan menjelaskan, pertemuan itu merupakan salah satu rangkaian kunjungan pengurus Kadin Madinah ke Indonesia. Sebelum ke Kota Cilegon, para pengusaha itu mengunjungi pemerintah pusat di Jakarta. “Kunjungan selama lima hari. Di Jakarta mereka membahas tentang proyek strategis nasional,” katanya.

Khusus Banten, pertemuan dilakukan di Kota Cilegon karena memiliki KIEC yang dinilai oleh Pengusaha asal Madinah sudah siap untuk mengembangkan kawasan industri halal. Penilaian itu muncul karena KIEC memiliki sejumlah indikator yang mendukung suatu kawasan industri bisa berkembang.

Mulai dari akses transportasi, pelabuhan, sumber daya energi seperti listik dan air, serta sejumlah indikator lain. “Dalam pertemuan itu kawasan industri Cikande pun mengaku siap untuk mengembangkan kawasan industri halal, lalu Tanjung Lesung pun menyampaikan siap mengembangkan wisata syariah,” papar Babar.

Selain kawasan industri halal, dalam kesempatan itu, para pengusaha pun bertanya terkait potensi investasi di bidang agro industri. “Itu kan pelaku usaha semua. Yang mereka minati agro industri. Bayangkan mereka itu punya kebun sawit dan pabrik pengolahannya, punya peternakan, punya pabrik kornetnya, boleh itu,” kata Babar.

Hal lain yang disampaikan pengusaha Madinah dalam pertemuan yang dilakukan pada pukul 11.00 hingga 14.00 itu yaitu keinginan mereka untuk membeli baja dari PT KS. Menurut Babar, segala hal yang disampaikan oleh para pengusaha asal Madinah telah direspons oleh para pengusaha yang hadir. Karena itu, tindak lanjut dari pertemuan ini adanya komunikasi antara pengusaha dengan pengusaha. “Kalau sudah deal, baru nanti MoU-nya di Madinah,” ujar Babar.

Dijelaskan Babar, meski tempat pertemuan dilakukan di Kota Cilegon, namun potensi investasi yang dibahas seluruh sektor yang ada di delapan kabupaten kota di Banten. “Enggak hanya potensi Kota Cilegon saja yang dibahas, semuanya,” ujarnya. Setelah melakukan pertemuan, para pengusaha itu pun diajak untuk mengelilingi area KIEC.

Sementara, Ketua KADIN Madinah Al - Munawaroh Majd Al-Mohammady menjelaskan kedatangannya ke Indonesia untuk menjajaki potensi kerjasama bisnis antara Indonesia dan Arab Saudi. “Kami ingin tahu sistem investasi di sini,” ujarnya.

Menurutnya, yang datang dalam kesempatan ini hanya bersifat perwakilan dari para pengusaha yang ada di Madinah. Karena itu, apa yang didapatkan dalam pertemuan itu akan disampaikan kepada para pengusaha lainnya.

Majd pun mengajak kepada para pengusaha di Indonesia untuk berinvestasi di Madinah. Potensi investasi yang menggiurkan di Negara Arab Saudi menurutnya adalah di bidang kuliner, karena banyak dikunjungi oleh orang Indonesia.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pengembangan Usaha (PU) PT KS Imam Purwanto menjelaskan, kesempatan untuk berinvestasi di KIEC masih terbuka lebar bagi para investor. “Masih banyak lahan terbuka yang bisa dioptimalkan untuk investasi,” katanya.

Menurut Imam, berinvestasi di KIEC sangat baik karena terkoneksi dengan Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) di Cigading, dan sangat dekat dengan pelayanan kesehatan yang disediakan juga oleh anak perusahaan PT KS yaitu PT Krakatau Medika, dan pelayanan yang lainnya.

“Cilegon ini jarak dengan Jakarta sebagai Ibukota Negara Indonesia tidak terlalu jauh, juga sudah tersambungkan dengan Jalan Tol, aksesnya sangat mudah baik untuk lalu lintas barang baik darat maupun laut,” ujarnya.

Ditambahkan Imam, PT KIEC selaku anak perusahaan PT KS juga sudah menyediakan kawasan industri untuk industri makanan yang berada di Kawasan Industri Krakatau Steel II. Di Banten, khususnya Cilegon iklim investasi juga kondusif. “Kita berharap, pengusaha Arab Saudi mampu menanamkan sahamnya disini,” imbuhnya..

 

Radar Banten, 13 April 2018

 Dilihat : 9728 kali