09 April 2018
Efisiensi, Krakatau Steel Targetkan Raup Rp 91 M

Cari Bahan Bakar Murah  

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melanjutkan program efisiensi sebagai strategi untuk meningkatkan jumlah laba. Ditargetkan, sepanjang tahun 2018 perseroan bisa mendapatkan efisiensi sebesar 7 juta dolar AS (Rp 91 miliar) yang berasal dari sisi pengadaan logistik.

Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro mengungkapkan sepanjang tahun ini perusahaan berkode emiten KRAS ini berupaya keras mendapatkan bahan bakar gas dengan harga yang ekonomis. Upaya tersebut juga bagian dari efisiensi perusahaan.

“Karena memang gas itu merupakan bahan bakar yang menunjang operasional pabrik Krakatau Steel,” rilisnya, kemarin.

Adapun efisiensi lainnya dikejar lewat penerapan paperless dalam segala proses bisnis. Pola semacam ini diklaim berhasil diterapkan pada tahun lalu makanya perusahaan berupaya melanjutkan kembali. “Pola tahun ini masih sama dengan tahun lalu. Efisiensi harus ada setiap tahun. Continues and improvement,” kata dia.

Tercatat, laba usaha perseroan Tahun 2017 tumbuh 154,79 persen menjadi Rp 443,36 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 286,30 miliar.

Efisiensi dipercaya mampu mendongkrak laba perusahaan, keberhasilan ini pun bakal dilanjutkan oleh perusahaan pada tahun ini.

Sebagai upaya mendukung kinerja perseroan yang efektif dan efisien, secara umum Krakatau Steel telah menetapkan beberapa langkah strategis yang akan diterapkan sepanjang tahun ini. Antara lain, meningkatkan efisiensi biaya operasi, meningkatkan volume penjualan melalui perjanjian pasokan jangka panjang atau long term supply/agreement (LTSA) dengan pelanggan-pelanggan potensial serta sinergi dengan BUMN.

Perseroan juga akan menjaga kehandalan fasilitas produksi, melakukan penyelesaian proyek-proyek strategis tepat waktu, menjaga likuiditas perusahaan untuk ketersediaan modal kerja dan menurunkan beban keuangan perseroan.

“Kami targetkan peningkatan penjualan Tahun 2018 sampai 40 persen. Kami akan terus melanjutkan sinergi BUMN dan memacu kinerja anak perusahaan. Kami semakin optimistis kinerja perseroan semakin lebih baik lagi dan siap menghadapi segala tantangan di tahun 2018,” imbuhnya.

Dia menyebut sepanjang tahun lalu, kinerja PT Krakatau Steel Tbk mengalami perbaikan yang cukup signifikan.

Salah satu penopang terkuat dari pertumbuhan positif ini adalah sektor logistik. Efisiensi dan pembenahan dari sektor ini terbukti mampu meningkatkan laba usaha dan menurunkan angka kerugian dengan signifikan.

“Pada 2017 saja, efisiensi yang berhasil didapat dari logistik seperti pengadaan gas, bahan baku dan lainnya itu mencapai 10 juta dolar AS,” kata Mas Wigrantoro.

BUMN dengan kode emiten KRAS ini pun mampu menurunkan angka rugi tahun berjalan sebesar 54,90 persen yakni menjadi setara Rp 1,15 triliun dibandingkan rugi Tahun 2016 setara Rp 2,55 triliun. Pertumbuhan positif tersebut diyakini akan berlanjut di Tahun 2018 dengan target mencatatkan laba bersih pada akhir tahun.

Sumber : Rakyat Merdeka, 09 April 2018

 Dilihat : 15388 kali