25 Januari 2018
KRAS Teken Perpanjangan Suplai HRC untuk Essar Indonesia

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk meneruskan suplai baja sebanyak 15.000 ton HRC per bulannya kepada PT Essar Indonesia

KRAS Teken Perpanjangan Suplai HRCMengawali tahun 2018, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali meneken kontrak perjanjian suplai jangka panjang (Long Term Supply Agreement/LTSA) dengan produsen baja canai dingin PT Essar Indonesia. Penandatanganan ini dilakukan di Gedung Krakatau Steel Jakarta oleh Direktur Pemasaran Krakatau Steel Purwono Widodo dan President Director PT Essar Indonesia Dattatraya Tembhekar (25/1).

Produsen baja nasional PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berencana meningkatkan volume penjualan bajanya 40 persen menjadi 2,8 juta ton di tahun 2018. Salah satu upayanya dengan memperbanyak LTSA yang salah satunya adalah ditandatanganinya perpanjangan perjanjian suplai HRC kepada PT Essar Indonesia sebanyak 15.000 juta ton per bulan.

Direktur Pemasaran Krakatau Steel Purwono Widodo mengatakan jumlah ini tergantung dari kebutuhan mereka nanti per bulan. Menurutnya dengan kondisi pasar dan harga yang sedang bagus saat ini Krakatau Steel yakin bisa memenuhi kebutuhan produk baja untuk konsumen. Kerja sama Krakatau Steel dengan PT Essar Indonesia ini sudah terjalin cukup lama dan bahkan telah mencatatkan pengiriman HRC lebih dari 1 juta ton hingga saat ini. Produk yang disuplai oleh Krakatau Steel berupa produk Hot Rolled Coil/Baja Canai Panas (HRC) untuk kemudian digiling kembali (re-rolling) menjadi produk baja canai dingin maupun produk galvanize oleh PT Essar Indonesia yang memiliki kapasitas rolling terinstal 400.000 MT per tahun termasuk 150.000 MT per tahun untuk produk galvanis dan 100.000 MT per tahun produk CR Soft.

Direktur Pemasaran Krakatau Steel Purwono Widodo dengan ekspansi yang dilakukan oleh PT Essar Indonesia diharapkan akan berdampak pada market share yang dapat kami lakukan bersama. Dattatraya Tembhekar menyatakan PT Essar Indonesia sangat membutuhkan dukungan dari Krakatau Steel untuk kebutuhan suplai produk baja terutama agar PT Essar Indonesia terus mencapai eksistensinya dalam industri baja di Indonesia.

“Kualitas produk Krakatau Steel bagus dan kami harap kerja sama baik ini akan terus berlanjut karena sejauh ini kami puas dengan pelayanan yang diberikan. Kami pun terus berharap agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan baja domestiknya dari pemain dalam negeri sendiri seperti di India, sehingga produsen baja domestik dapat tumbuh kembang dengan dukungan penuh dari pemerintah,” tutupnya.

Kerja sama ini merupakan komitmen Krakatau Steel dalam mendukung industri hilir dalam negeri sehingga tercipta penguatan industri hulu-hilir di Indonesia. Dengan Long Term Supply Agreement ini Krakatau Steel mendorong bergairahnya industri baja dalam negeri dan merupakan sebuah jaminan kepastian suplai produk baja Krakatau Steel terhadap konsumen.

“Setidaknya kami memenuhi 50-60% kebutuhan baja untuk industri hilir atau konsumen yang telah melakukan Long Term Supply Agreement dengan Krakatau Steel,” tambah Purwono. Ke depan Krakatau Steel optimis dapat memenuhi target penjualan 2,8 juta ton karena pasar dan harga baja sedang dalam kondisi prima, namun tidak dipungkiri tahun 2018 adalah tahun politik yang juga harus diwaspadai segala kemungkinannya. Oleh karena itu Krakatau Steel pun mulai menggenjot ekspor produk baja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di tahun 2018 ini.

 Dilihat : 34618 kali