CONTACT | CAREER

content news
 
 
Media > Berita KS

03 Juli 2011
PGN Bangun FSRU untuk Krakatau Steel

JAKARTA - PT PGN (Persero) Tbk berencana membangun unit penampungan dan regasifikasi terapung (floating storage and regassification unit/FSRU) untuk memenuhi kebutuhan gas PT Krakatau Steel.

Direktur Utama PGN Hendi Priyo Santoso mengatakan, pembangunan FSRU tersebut diharapkan bisa meningkatkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kebutuhan gas di Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Selama ini, PGN masih mengandalkan pipa South Sumatra West Java (SSWJ) untuk memasok gas ke dua wilayah tersebut.

"Untuk FSRU ini kami harapkan bisa memenuhi kebutuhan Krakatau Steel tepat waktu, sekaligus untuk industri di sekitarnya," kata dia, usai penandatanganan nota kesepaham (memorandum of understanding/MoU) di Kementerian BUMN, di Jakarta, Jumat (1/7).

Hendi menjelaskan, FSRU baru itu rencananya akan dibangun di antara Pulau Jawa dan Sumatera. Namun, dia enggan menjelaskan detail rencana pembangunan FSRU tersebut dan besaran investasinya. Alasannya, pembangunan unit penampungan gas itu masih dalam tahap persiapan. "Kami belum bisa bilang investasinya berapa karena sekarang sedang dalam tahap persiapan. Yang jelas, proyek ini akan kami garap sendiri," jelas dia.

Menurut Hendi, kapasitas unit penampungan gas yang akan dibangun nantinya tidak akan jauh beda dengan FSRU Teluk Jakarta yang digarap PGN bersama PT Pertamina melalui PT Nusantara Regas. FSRU yang ditargetkan rampung pada 2012 itu mempunyai kapasitas sebesar 3 juta ton per tahun (mtpa). Tetapi, FSRU ini baru mendapat komitmen pasokan gas dari blok Mahakam sebesar 1,5 mtpa.

Sementara untuk FSRU khusus Krakatau Steel, Hendi mengaku belum mendapat komitmen pasokan gas alam cair (liquified natural gas/LNG). Pasokan gas akan diusahakan dari lapangan gas domestik maupun ekspor. "Sekarang sedang diupayakan," kata dia.

Selain FSRU untuk Krakatau Steel dan Teluk Jakarta, PGN juga tengah menggarap FSRU Belawan. Unit penampungan gas di Sumatera Utara itu direncanakan akan memiliki kapasitas 140 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd). Tetapi, PGN pun belum mendapat komitmen pasokan gas untuk FSRU tersebut.

Gas Pusri

Selain dengan Krakatau Steel, PGN pun meneken MoU dengan PT Pusri Palembang. Berbeda dengan Krakatau Steel, kerja sama dengan Pusri lebih bersifat pemenuhan kebutuhan gas dalam jangka panjang. "MoU ini supaya dapat dipenuhinya kebutuhan gas bumi secara maksimal," kata dia.

Wahid Sutopo, direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko PGN, menambahkan, bentuk kerja sama dengan Pusri adalah untuk infrastruktur penyaluran gas. PGN berkomitmen akan menambah pasokan gas ke Pusri jika perseroan mendapat tambahan pasokan baru. "Untuk infrastrukturnya, kami akan kerja sama dengan Pusri," kata dia.

Tetapi, PGN belum bisa memastikan berapa besaran volume tambahan yang bisa dipasok ke perusahaan pupuk itu. Pasalnya, volume tersebut bergantung pada pasokan yang akan didapat oleh PGN.

Direktur Utama Pusri Palembang Eko Sunarko mengatakan, gas yang siap dipasok oleh PGN mencapai 65 mmscfd. Pasokan gas berasal dari Lapangan Grissik milik Conoco-Philips. "Kami harapkan 2015 nanti sudah mengalir," kata dia.

Saat ini, kebutuhan gas Pusri Palembang mencapai 225 mmscfd. Pasokan yang didapat perseroan tersebut sudah bisa menutup kebutuhan. Dengan angka pasokan gas pada kisaran 225 mmscfd, manajemen Pusri berharap bisa memproduksi pupuk hingga 2 juta ton untuk tahun ini.

Pada saat yang sama, Pusri Palembang juga memperpanjang perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PT Pertamina Gas (Pertagas). Selama ini, Pertagas memasok gas sebesar 14 mmscfd ke Pusri Palembang. Kontrak pasokan gas ini akan berakhir tahun depan. PJBG akan diperpanjang hingga 2017.


Sumber: Investor Daily Edisi Sabtu 2-3 Juli 2011

 

 


***


 Dilihat : 9695 kali

 
 
 
   
 
ANNOUNCEMENT
 
18 Desember 2014
PENGUMUMAN TENDER JASA PENANGANAN PEMBONGKARAN & ANGKUTAN IRON ROTARY KILN (IRK) DARI TONGKANG SAMPAI DENGAN KE GUDANG