CONTACT | CAREER

content news
 
 
Media > Berita KS

23 Desember 2010
Sosialisasi WHISTLE BLOWER SYSTEM dari KPK



Untuk terjadinya proses pengawasan melekat yang sehat diantara seluruh
komponen perusahaan, perlu dibangun sistem pengawasan yang melibatkan seluruh
jajaran karyawan dan diatur melalui mekanisme pengendalian sistem yang baku. PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk perlu menjajagi penerapan konsep Whistle Blower
System (WBS) sebagai mekanisme untuk menampung, mem-verifikasi dan
menindaklanjuti setiap laporan pengaduan penyimpangan yang terjadi di
perusahaan. Hal ini disampaikan Direktur Utama pada saat briefing karyawan
Tanggal 26 November 2010 yang lalu di Lapangan Sepakbola Pabrik Pengerolan Baja
Lembaran Dingin (PPBLD).


Menindaklanjuti usulan Direktur Utama tersebut diatas, Divisi GCG & Risk
Management bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan
acara sosialisasi konsep Whistle Blower System untuk seluruh jajaran manajemen
dilingkungan PTKS Grup. Acara diselenggarakan pada hari Kamis Tanggal 23
Desember 2010, bertempat di Gedung Serbaguna - HCPD Cilegon. Tim sosialisasi
dari KPK dipimpin oleh Direktur Pengaduan Masyarakat, Bapak Eko Marjono,
didampingi staf Direktorat Pengaduan Masyarakat.


Acara sosialisasi dihadiri oleh jajaran direksi PT Krakatau Steel (Persero)
Tbk, direksi dan komisaris anak perusahaan, serta jajaran General Manager,
Manager dilingkungan PTKS Grup serta jajaran Pengurus Serikat Karyawan Krakatau
Steel (SKKS). KPK menyampaikan bahwa PT. Krakatau Steel (Tbk) termasuk dalam
jajaran sepuluh Instansi Pemerintah & BUMN yang bekerjasama dengan KPK
melaksanakan program sosialisasi konsep Whistle Blower System. Diharapkan PT.
Krakatau Steel dapat menjadi pelopor atau ujung tombak dalam implementasi
Whistle Blower System di lingkungan BUMN.


Sambutan Dirut PTKS
Dalam awal sambutan singkatnya Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih
kepada Tim dari KPK atas kesediaannya memberikan sosialisasi konsep WBS di PTKS
Grup. Penerapan WBS diharapkan akan meningkatkan fungsi kontrol yang lebih
sistimatis dan dapat dipertanggungjawabkan.


Disampaikan pula bahwa PTKS telah menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate
Governance secara konsisten dan berkesinambungan. Penilaian yang dilakukan oleh
The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) selama 5 (lima) tahun
terakhir mengantarkan PTKS dinilai sebagai ”Perusahaan Terpercaya”. Predikat
sebagai ”Perusahaan Terpercaya” diharapkan dapat menjadi  mendorong seluruh
komponen perusahaan dapat menjaga kehandalan dan integritas proses internal.
Pasca perubahan status perusahaan menjadi Perusahaan Terbuka, Direktur Utama
mengharapkan agar perbaikan proses internal terus-menerus dilakukan untuk
menjaga dan meningkatkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.


Sambutan Direktur Pengaduan Masyarakat KPK.
Whistle Blower System
merupakan salah satu metode deteksi fraud dan berbagai bentuk penyimpangan di
internal perusahaan maupun instansi. Program sosialisasi yang dilakukan di PTKS
merupakan kegiatan sosialisasi pertama dilingkungan BUMN dan akan dilakukan di
BUMN dan instansi lainnya.


gcg (4).jpgsrc="/admin/htmlarea/imageup/gcg (4).jpg" width=320 height=213>Menurut hasil
penelitian, metoda “Whistle Blower Mechanism” mendeteksi terjadinya fraud dengan
pengelompokkan sebagai berikut :
1. Informasi dugaan (Tips) : 34,2
%.
2. Fraud : 25,4 %.
3. Audit Internal : 20,2
%.
4. Pengendalian Internal : 19,2 %.
5. Audit Umum tahunan : 12
%.
6. Pelaporan dari Polisi : 5 %


Melalui penerapan Whistle Blower System, diharapkan proses internal control
dilingkungan perusahaan akan semakin baik dalam upaya kita meningkatkan kinerja
perusahaan.


***


 Dilihat : 5530 kali

 
 
 
   
 
ANNOUNCEMENT
 
24 November 2014
Pengumuman Lelang Lahan Milik PTKS - Jakarta