CONTACT | CAREER

content news
 
 
Media > Berita KS

10 November 2010
PRESS RELEASE: KRAKATAU STEEL (KRAS) RESMI CATATKAN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA

Jakarta: Hari ini perusahaan penghasil baja pelat merah, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian proses privatisasi yang telah direncakan Perseroan beberapa tahun terakhir.

Harga saham Perseroan telah ditetapkan sebesar Rp850 per lembar dengan nilai nominal Rp500 per saham. Jumlah saham yang dilepas ke publik adalah sebanyak 3,155 miliar saham atau setara dengan 20% dari keseluruhan saham. Perkiraan dana (kotor) yang dapat diraih Perseroan dari IPO ini adalah sebesar Rp2,68 triliun.

Dari jumlah saham baru ditawarkan, sebanyak 5% dijatahkan secara khusus untuk program MESA Perseroan. Selain itu Perseroan merencanakan untuk memberikan opsi kepada Peserta Program MESOP dengan mengeluarkan hak opsi sebanyak-banyaknya 2% dari jumlah saham yang disetor penuh setelah Penawaran Umum dalam 3 tahap.

Fazwar Bujang, Direktur Utama Perseroan berkeyakinan bahwa IPO ini merupakan momentum yang tepat untuk tinggal landas dimana dengan masuknya dana dari IPO, Perseroan memiliki kemampuan untuk meningkatkan efesiensi dan optimalisasi kapasitas produksi serta mengembangkan usahanya. Selain itu, IPO ini akan memberikan posisi yang lebih kuat dalam menghadapi peningkatan permintaan baja domestik dan juga dalam menghadapi persaingan usaha global dimasa depannya.

Adapun alokasi penggunaan dana hasil IPO ini antara lain adalah 35,8% untuk mendanai investasi barang modal sehubungan dengan rencana modernisasi dan ekspansi kapasitas produksi pabrik baja lembaran canai panas menjadi 3,5 juta ton yang diharapkan akan selesai pada tahun 2013; 24,2% digunakan untuk peningkatan modal kerja; 25% untuk membiayai pematangan lahan seluas kurang lebih 388 hektar yang akan digunakan Perseroan sebagai penyertaan pada proyek pabrik baja terpadu PT Krakatau POSCO; dan 15% sisanya akan digunakan untuk peningkatan penyertaan modal pada anak perusahaan yaitu KBS dan KDL untuk peningkatan kapasitas bongkar muat pelabuhan dan peningkatan kapasitas pembangkit listrik.

Dengan adanya pengembang usaha ini, Perseroan berkeyakinan akan mempunyai prospek yang cerah di masa mendatang mengingat pertumbuhan permintaan baja seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi negara. Semakin tinggi laju pertumbuhan ekonominya maka semakin besar permintaan bajanya. Indonesia sebagai negara berkembang dengan memiliki jumlah penduduk yang besar diproyeksikan akan tumbuh dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5-7%, dimana sektor pendukung utama adalah konstruksi dan industri. Sektor ini memerlukan bahan baja cukup besar.

Peluang lain adalah konsumsi baja per capita Indonesia juga masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN, yaitu sebesar 29 kg/orang di tahun 2009, sedangkan Vietnam sebesar 123 kg/orang, Malaysia sebesar 256 kg/orang, Thailand sebesar 154 kg/orang dan Singapore sebesar 515 kg/orang.

Dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5-7% pada 5 tahun mendatang (2015), diharapkan konsumsi produk baja Indonesia meningkat dari 8,4 juta metrik ton menjadi 12 juta metrik ton, atau dengan rata-rata peningkatan per tahun sebesar 8,5%.

Kedepannya, diharapkan dengan tercatatnya saham Perseroan, sebagai salah satu BUMN besar Indonesia, dapat memberikan manfaat tidak saja kepada Perseroan, tetapi kepada Pasar Modal dan perekonomian Indonesia secara umum.


***


 Dilihat : 5264 kali

 
 
 
   
 
ANNOUNCEMENT
 
10 Oktober 2014
Pengumuman Lelang Tanah PT KS - Jakarta