CONTACT | CAREER

content news
 
 
Media > Berita Baja Dunia

07 Januari 2010
Harga Baja Dunia Melonjak 27,6%

JAKARTA: Harga baja dunia melonjak 27,6% pada pekan pertama Januari 2010 menyentuh level US$ 600 per ton dibanding bulan yang sama 2009 sebesar US$ 470 per ton. Kenaikan harga itu terjadi seiring ekspektasi pemulihan ekonomi global serta meningkatnya harga minyak mentah dunia ke level US$ 81 per barel.

Berdasarkan data Midle East Steel—lembaga riset baja Timur Tengah, harga baja canai panas (hot rolled steel/HRC) yang menjadi patokan produk ini di dunia diperdagangkan di level US$ 570-600 per ton. Padahal, pada periode Januari 2009, harga HRC dunia masih berada di level US$ 430-470 per ton.
          
Direktur Eksekutif Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Hidayat Triseputro menilai, tren kenaikan harga baja dunia mulai tampak sejak kuartal IV 2009. "Kenaikan harga baja dunia itu disebabkan optimisme pemulihan ekonomi global yang memicu peningkatan permintaan. Selain itu, ada sentimen kenaikan harga minyak dunia," katanya di Jakarta, Rabu (6/1).
          
Sebelumnya, harga baja dunia mencapai titik tertinggi pada Agustus 2008 di level US$ 1.050 per ton. Tapi krisis global melemahkan harga baja dunia menjadi di bawah US$ 400 per ton pada kuartal I 2009. Setelah itu, harga baja dunia mulai merangkak naik pada kuartal IV 2009.
          
Asosiasi Baja Dunia (World Steel Association) pada keterangan tertulis akhir Desember 2009 mencatat, seiring tren kenaikan harga baja dunia, produksi baja global meningkat 24,2% pada November 2009 dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, menjadi 107 juta ton. Kenaikan produksi baja dunia terjadi dalam tiga bulan berturut-turut.
          
"Total produksi baja dunia pada periode Januari-November 2009 mencapai 1,09 miliar ton. Rata-rata utilisasi (tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang) industri baja dunia di 66 negara tercatat 75%," demikian pernyataan World Steel Association dalam situs resminya.
          
Di Indonesia, lanjut Hidayat, produsen baja nasional mulai menaikkan utilisasi pada November 2009. Kenaikan itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan baja pada 2010 yang diperkirakan mencapai 8-9%.
     
Dirut PT Krakatau Steel Fazwar Bujang sebelumnya juga menilai, proyeksi pertumbuhan konsumsi baja nasional pada 2010 mencapai 8-9% menjadi 7,2-8 juta ton. Pada 2009, konsumsi baja nasional anjlok hingga 35% dibandingkan 2008 menjadi 5,9 juta ton.

Tahun lalu, Hidayat menjelaskan, konsumsi baja nasional dipasok 50% produksi lokal dan sisanya produk impor yang didominasi produk Tiongkok. Dengan perhitungan itu, impor baja Tiongkok mendekati 3 juta ton.

Distorsi Harga

Hidayat Triseputro menilai, dengan komposisi produksi baja lokal hampir sama dengan jumlah impor, IISIA mengkhawatirkan, perdagangan bebas Asean-Tiongkok (AC-FTA) justru semakin memperkuat posisi produk  baja impor asal Negeri Tirai Bambu itu. Baja impor asal Tiongkok akan memiliki kekuatan yang mampu merusak (distorsi) harga di pasar domestik. "Ini yang kami khawatir. Kenaikan harga baja dunia belum tentu mempengaruhi pasar domestik jika produk impor masuk dengan banting harga," ujarnya.

Dia mencontohkan, jika harga baja impor Tiongkok lebih murah, produsen baja lokal tentu ikut menyesuaikan agar pangsa pasar di dalam negeri tidak menurun. "Jika tidak, produsen baja lokal takut produknya tidak terserap pasar," tuturnya.

Ketimpangan harga baja lokal dan impor itu, lanjut dia, sudah dirasakan produsen paku dan kawat yang terpuruk dihantam serbuan produk impor asal Tiongkok. "Bayangkan saja, harga paku dan kawat asal Tiongkok hampir sama dengan bahan bakunya. Bagaimana kami bersaing?"

Karena itu, dia menerangkan, IISIA mengimbau pemerintah segera memberlakukan tindakan antisipasi (counter-vailing measured) berupa percepatan pemberlakuan regulasi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta instrumen antidumping yang dipermudah. "Kami memberi tenggat waktu 100 hari sejak 1 Januari 2010 kepada pemerintah untuk menerapkan counter-vailing measured," ucapnya.


(Sumber: Investor Daily Indonesia)


***


 Dilihat : 5286 kali

 
 
 
   
 
ANNOUNCEMENT
 
24 November 2014
Pengumuman Lelang Lahan Milik PTKS - Jakarta