CONTACT | CAREER

content news
 
 
Media > Berita Baja Dunia

21 Desember 2009
LISTING 23 DESEMBER, Saham Perdana Gunawan Steel Oversubscribed 149%

JAKARTA: Permintaan terhadap penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 149%. Sebanyak 70% saham perseroan diserap pemodal lokal.

Direktur PT Dinamika Usahajaya Benny Sutrada mengatakan, minat pemodal lokal terhadap saham perseroan sangat tinggi. Sedangkan pemodal asing lebih tertarik untuk berinvestasi jangka panjang pada saham Gunawan Dianjaya. Hal ini seiring dengan ekspektasi membaiknya harga baja di pasar global dalam beberapa tahun mendatang.

"Pemodal domestik optimistis terhadap prospek usahanya ke depan, menyusul tren kenaikan harga baja di pasar global. Hal ini mendorong pemodal lokal menyerap hingga 70% saham perdana perseroan," ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (20/12).

Dinamika Usahajaya telah ditunjuk Gunawan Dianjaya selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter) IPO saham. Perseroan menawarkan 12,2% saham atau setara dengan 1 miliar unit dengan harga Rp 160 per saham. Estimasi perolehan dananya mencapai Rp 160 miliar. Pencatatan perdana saham Gunawan Dianjaya Steel akan berlangsung Rabu (23/12) dan menjadi emiten ke-13 atau yang terakhir listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini.

Benny menambahkan, pihaknya memperkirakan harga baja naik sekitar US$ 1.000 per ton pada 2010 dibandingkan saat ini berkisar US$ 500-600 per ton. Kenaikan harga ditopang oleh perbaikan ekonomi global. "Seiring kenaikan harga baja, pertumbuhan kinerja keuangan perseroan diharapkan berkelanjutan. Faktor ini menjadi pertimbangan para investor, apalagi hampir 80% produksinya untuk ekspor," ungkapnya.
 
Direktur Keuangan Gunawan Dianjaya Hadi Sutjipto mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan sekitar 70% atau setara dengan Rp 112 miliar dari dana IPO saham untuk melunasi sebagian utang dagang kepada Stemcor Pte Ltd dari Singapura. "Stemcor telah mempermudah perseroan untuk mengimpor 100% bahan baku slab baja dari Ukraina dan Rusia," jelas dia.

Gunawan Steel awalnya memiliki utang senilai US$ 56 juta kepada Stemcor. Namun, total utang perseroan turun menjadi US$ 20 juta setelah sebagian utangnya dilunasi Juni lalu. Perseroan memproduksi pelat baja. Per 30 Juni 2009, perusahaan menjual pelat baja ke Asia sebanyak 41,06%, Australia (6,08%), dan Eropa (8,6%). Sedangkan penjualan di dalam negeri mencapai 44,25%.

Perseroan menargetkan penjualan pada 2010 senilai Rp 3,1 triliun dibandingkan proyeksi tahun ini Rp 1,67 triliun. Laba bersih diharapkan minimal Rp 100 miliar. Pertumbuhan kinerja keuangan akan ditopang peningkatan harga baja, menyusul ekspektasi membaiknya ekonomi dalam dan luar negeri sepanjang 2010. Pihaknya juga akan menaikkan 35% kapasitas produksi terpasang menjadi 540 ribu metrik ton.


Tambah Saham

PT Jaya Pari Steel Tbk (JPRS) berminat membeli saham Gunawan Dianjaya senilai Rp 120 miliar. Dana pembelian saham berasal dari kas internal senilai Rp 116,17 miliar dan piutang usaha sebanyak Rp 3,82 miliar.

Direktur Jaya Pari Yurnalis Ilyas mengatakan, pembelian saham bertujuan untuk mensinergikan Jaya Pari dengan Gunawan Dianjaya dalam pengadaan bahan baku dan penggunaan sebagian kapasitas produksi. Saat ini, perseroan telah menguasai 0,56% saham Gunawan Dianjaya.

"Sinergi diharapkan bisa meningkatkan efesiensi, pengamanan suplai bahan baku lebih cepat, dan peningkatan posisi tawar perseroan lebih baik dalam negosiasi untuk pemasaran bahan baku slab. Gunawan Dianjaya membutuhkan bahan baku slab baja sebanyak 30 ribu ton per tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada BEI, belum lama ini.

Meskipun perseroan meningkatkan kepemilikan saham pada Gunawan Dianjaya, Ilyas mengatakan, pihaknya tidak berniat menjadi pemegang saham mayoritas produsen pelat baja ini. Kepemilikan saham mayoritas setelah IPO saham tetap dipegang oleh Kellywood Holding Ltd dengan jumlah 51,37% saham.


(Sumber: Investor Daily Indonesia)


***


 Dilihat : 5549 kali